Harimau Jawa (Panthera tigris
sondaica), yang ukuran tubuhnya berada di antara ukuran tubuh subjenis
harimau Sumatera dan harimau Bali, bertahan sedikit lebih lama. Pada
tahun 1850-an, harimau Jawa dianggap sebagai 'gangguan' di beberapa
daerah perkotaan dan pada tahun 1872 hadiah yang diberikan bagi sebuah
kepala harimau yang terbunuh di Tegal, Jawa Tengah, adalah sekitar
3.000 gulden. Waktu itu ada beberapa lusin harimau dibunuh dalam usaha
memperoleh hadiah tersebut.
Jumat, Maret 29, 2013
Minggu, Maret 17, 2013
Nilai Penting Keberadaan Karnivor Besar
Nilai Penting Keberadaan Karnivor Besar
Study Kasus di Bukit Pembarisan Jawa Barat
Kucing besar di Jawa meliputi Harimau jawa (Panthera sondaica javanica) dan Macan tutul (Panthera pardus melas).
Kedua hewan ini keberadaannya sangat penting disuatu habitat, sebab
berfungsi sebagai pengendali rantai makanan di hutan. Selain itu dapat
untuk mengetahui “sehat atau sakitnya” ekosistem hutan. Jika hamparan
hutan yang masih memiliki kucing besar, berarti masih ‘sehat’
ekosistem-nya. |
Selasa, Februari 05, 2013
hutan produksi
Deteksi Panthera pardus melas di Kedungbanteng Jawa Tengah 2004
Oleh: Peduli Karnivor Jawa
Gambar 1: Peta Kawasan Hutan Produksi Kedungbantheng (dari Goodle Maps)
Kawasan Non
Konservasi berupa hutan produksi Perhutani di kecaman Kedungbanteng Jawa
Tengah (Gambar 2), ternyata masih menjadi habitat Panthera pardus melas.
Peduli Karnivor Jawa melakukan survei dalam rangka pendataan distribusi
habitat macan tutul di kawasan non konervasi Juli 2004. Metode pengatan
langsung selama empat hari dengan melakukan penjelajahan ke berbagai
blok kawasan hutan setelah mengumpulkan informasi dari masyarakat lokal
yang mengaku berjumpa dengan macan tutul diberbagai blok hutan tersebut. |
Langganan:
Komentar (Atom)